IMG_0387Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2009 merupakan momentum yang paling pas untuk menumbuhkan semangat anak indonesia melahirkan karya. Momment penting itu tidak disia-siakan oleh Taman Baca DE-5 yang disresmikan oleh Hj. Bunda Yessy Gusman pada 18 September 2008 lalu itu.

Pada tanggal 26 Juli, tepatnya hari Ahad pagi Taman Baca mengadakan beberapa pertunjukkan yang boleh dibilang wah. Mengapa? Ada yang istimewa dalam perayaan Hari Anak Nasional yang baru pertama dirayakan di Taman Baca itu. Anak-anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP meluncurkan cerpen yang ditulisnya. Peluncuran cerpen tersebut dihadiri oleh Hj. Bunda Yessy Gusman, Buddy Ace, Pemred Koran Slank, Himaka Library Care, Perpumda Kodya Jakarta Selatan, Lurah Pela mampang, Tokoh Masyarakat setempat dan tidak ketinggalan pula, Pembina Taman Baca-Hj. Nini Johan.

Hari istimewa itu juga diisi dengan pembacaan pidato dalam Bahasa Inggris oleh Dela Moris Lola Hamasee yang berjudul “The Children’s hope to The Parents”. Lebih seru lagi, perayaan itu juga dihadiri oleh bapak Martin J. Chania, SE, MM dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional yang memaparkan tentang keajaiban alam semesta. Beliau memutarkan film pendidikan yang menjelaskan tentang pembuatan roket.

Keberadaan Taman Baca DE-5 di tengah masyarakat belum genap satu tahu. Namun di usianya yang masih tergolong muda itu, Taman Baca DE-5 mampu melahirkan penulis muda. Melahirkan penulis itu tidak semudah membalik telapak tangan, artinya dibutuhkan kerja keras dan strategi pembelajaran yang efektif. Apa lagi keberadaan Taman Baca DE-5 yang boleh dibilang masih bau kencur.

Saat ditanya oleh para wartawan yang hadir pada saat peluncuran tersebut, Pengurus Harian Taman Baca DE-5, Furqon Bunyamin Husein mengatakan bahwa pola pembinaan Taman Baca terhadap anak didiknya adalah mengacu pada sebuah buku Revolusi Belajar yang ditulis oleh Gordon Dryden.